Keputihan merupakan salah satu hal yang paling dan sering dibenci oleh kebanyakan kaum wanita, terlebih jika terkena keputihan patologis. Pasalnya, seorang yang terkena keputihan mereka akan merasa gatal dan disertai bau tidak sedap ( khususnya di area vagina). Sebenarnya apa sih keputihan itu? Lalu apa penyebab keputihan? Dan bagaimana cara mengatasinya? Tenang saja, Anda tidak usah panik atau khawatir dulu. Pasalnya, pada kesempatan kali ini kami akan membahasnya dari satu persatu. Jika Anda sudah tidak sabar, langsung saja simak ulasan berikut ini :

Pengertian Keputihan

Keputihan atau bahasa mendisnya flour albus merupakan suatu kondisi di mana seorang wanita yang mengeluarkan cairan dengan jumlah yang tidak normal atau berlebihan. Pada umumnya keputihan sendiri digolongkan menjadi dua jenis, yaitu keputihan fisiologis (normal) dan keputihan patologis (abnormal). Keputihan normal merupakan keputihan yang biasanya sering terjadi setiap bulannya dan muncul menjelang atau sesudah manstruasi. Sedangkan keputihan abnormal yaitu keputihan yang disebabkan oleh infekasi yang disertai dengan rasa gatal pada area maupun sekitar bibir vagina.

Penyebab Keputihan

Pada dasarnya ada banyak sekali faktor-faktor maupun penyebab seorang wanita mengalami masa keputihan. Dan berikut ini beberapa faktor maupun penyebab keputihan yang perlu Anda ketahui :

1. Alergi

Salah satu penyebab keputihan yang sering dialami oleh seorang wanita adalah disebabkan alergi. Biasanya, alergi yang sering terjadi oleh wanita dikarenakan mereka membersihkan Miss V dengan sabun maupun cairan khusus. Padahal sudah banyak sekali anjuran dari pakar-pakar kesehatan, yang melarang wanita untuk tidak membersihkan Miss V dengan cairan-cairan khusus maupun sabun. Pasalnya, Miss V sudah mempunyai kemampuan sendiri untuk membersihkan dirinya secara alami.

2. Sering Ganti Pasangan

Bagi Anda yang sering maupun suka bergonta-ganti pasangan, sebaiknya mulai sekarang dikurangi kebiasaan tersebut. Sebab, orang yang sering bergonta-ganti pasangan mereka kebanyakan rentan terkena keputihan patologis. Jika seorang wanita berhubungan intim dengan laki-laki yang tidak menjaga kebersihan organ intimnya. Maka, kuman maupun bakteri justru bisa masuk ke dalam vagina Anda dan akhirnya menyebabkan keputihan yang tidak normal.

3. Ovulasi

Penyebab dari keputihan yang tidak normal maupun terlalu banyak bukan semata-mata karena penyakit saja. Bisa saja karena ovulasi, yang berarti Anda sedang berada di dalam fase paling subur di bulan tersebut. Akan tetapi, biasanya hal semacam ini terjadi dalam sebulan sekali. Jadi bagi Anda yang sangat ini mengidamkan seorang momongan, disarankan untuk melakukan hubungan intim dengan sang suami tercinta.

4. Kondom

Pasti Anda sudah tidak asing bukan dengan namanya kondom. Ya, kondom merupakan salah satu alat pengaman yang sering digunakan saat berhubungan intim. Tapi, apakah Anda tahu jika kondom merupakan salah satu dari penyebab keputihan? Jika Anda belum tahu, sebaiknya mulai sekarang jangan terlalu sering menggunakan kondom saat berhubungan intim. Terlebih kondom yang mempunyai aroma wangi. Pasalnya, kondom yang seperti itu terkadang dapat menimbulkan reaksi negatif terhadap wanita dan membuat Miss V terinfekasi.

5. IMS

Sebenarnya apa sih IMS? IMS merupakan salah satu infeksi menular seksual. Yang mana infeksi ini disebabkan karena hubungan seks tanpa kondom dengan orang yang sudah terinfeksi IMS. Sehingga hal tersebut akhirnya dapat menyebabkan pelepasan cairan putih atau keputihan yang mempunyai bau busuk. Biasanya bau busuk ini lebih ke aroma anyir dan disertai dengan rasa gatal dan sensasi seperti terbakar.

6. Ragi Monilia

Selain IMS, ragi monilia juga salah satu infeksi yang dapat menyebabkan seorang wanita mengalami atau terkena keputihan patologis. Infeksi yang satu ini disebabkan oleh ragi candida albicans yang sering hidup di sekitar area vagina. Biasanya ragi ini muncul dikarenakan oleh pH di vagina yang tidak seimbang. Orang yang terkena infeksi ini biasanya mereka berhubungan dengan orang yang sudah terkena jamur ini. Yang kemudian jamur menginfeksi vagina yang kadar asamnya sudah tidak seimbang lagi.

7. Spiral

Perlu Anda ketahui, penggunaan spiral pun juga dapat menyebabkan seorang wanita mengalami keputihan. Biasanya wanita yang menggunakan spiral dalam berhubungan intim, mereka akan mengeluh cairan keputihannya yang bertambah banyak. Hal ini disebabkan karena spiral yang dimasukkan ke dalam rahim membuat kondisi rahim wanita tersebut menjadi berubah.

Cara Mengatasi Keputihan

Sebenarnya untuk mengatasi keputihan sendiri ada beberapa tahap maupun pengobatan yang bisa Anda lakukan. Yang pertama, Anda bisa mengatasi keputihan dengan cara . Jika langkah pertama tersebut belum berhasil, maka Anda bisa mengatasinya dengan memanfaatkan tumbuhan herbal untuk pengobatan. Misalnya menggunakan daun sirih, bawang putih, dan lain sebagainya.  Akan tetapi, jika ingin lebih amannya Anda bisa pergi dan berkonsultasi langsung dengan dokter.

Comments are closed.