Kanker merupakan penyakit yang paling menakutkan bagi sebagian manusia, karena jarang sekali ada obat untuk menyembuhkannya.

Salah satu jenisnya adalah kanker serviks dimana ia muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim ini berfungsi untuk pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita tentunya beresiko mengidap penyakit ini hanya saja, lebih berpotensi pada wanita yang aktif secara seksual.

Perlu sekali bagi anda kaum wanita untuk deteksi dini kanker serviks, sehingga anda dapat mencegahnya tanpa harus mengobatinya. Semakin dini anda mendeteksinya semakin besar peluang untuk menyembuhkannya. Anda perlu tahu, banyak sekali tingkat kematian yang disebabkan oleh kanker serviks ini. Karena mereka baru mengetahuinya pada saakt anker tersebut sudah menyebar sehingga semakin sulit disembuhkan. Berikut terdapat 2 jenis kanker serviks yang perlu anda ketahui:

Jenis Kanker Serviks

1. Kanker Serviks Sel Squamosa

Untuk squamosa sendiri terdapat pada leher rahim yang dekat dengan vagina (exocerviks) yang terdiri dari susunan sel squamosa.

2. Kanker Serviks Sel Adenocarcinoma

Sedangkan adenocarcinoma adalah kanker yang tumbuh dan mengganggu sel glandular bagian endocerviks dan leher rahim.

3. Kanker Serviks Adenomasquamous Cacinoma

Jenis ini merupakan gabungan antara sel squamosa dan sel adenomacarcinoma. Karena ada juga beberapa wanita yang mengidap penyakit kanker serviks keduanya. Sehingga diberi nama kanker serviks adenomasquamous cacinoma.

Pada umumnya penyebab penyakit kanker serviks sendiri karena adanya virus human papilloma virus (HPV). Jika HPV ini tumbuh dalam rahim, akan membentuk leher rahim yang abnormal. HPV ini ditularkan biasanya melalui hubungan seksual yang dilakukan secara anal, oral, atau vaginal.

Pada stadium awal kanker serviks ini belum menunjukkan gejala apapun sehingga penderita tidak tahu jika terkena penyakit ini. Namun, jika menuju stadium akhir akan terasa penyakit ini bagi penderitanya. Oleh karena itu, anda perlu untuk deteksi dini kanker serviks agar terhindar dari penyakit ini.

Tips Deteksi Dini Kanker Serviks

Berikut ada beberapa tips untuk kaum wanita untuk mencegah dan mendeteksi dini kanker serviks:

1. Perempuan Berumur 21 Tahun

Jika anda berumur 21 tahun yang sudah pernah berhubungan dan sudah menikah, dianjurkan untuk melakukan pap smear.

2. Perempuan Berusia 22 Sampai 29 Tahun

Pada usia ini anda harus melakukan pemeriksaan pap smear 3 tahun sekali.

3. Jika Memasuki Usia 30 Tahun

Apabila memasuki usia 30 tahun, anda harus melakukan pemeriksaan pap smear selama 5 tahun sekali hingga usia 65 tahun.

4. Usia 30 Sampai 65 Tahun Lebih Beresiko

Pada usia ini akan lebih beresiko terkena penyakit kanker serviks. Apalagi, jika keluarga anda memiliki riwayat penyakit ini. Oleh karena itu, jika anda memiliki riwayat penyakit ini dianjurkan untuk melakukan pap smear 3 tahun sekali.

5. Perempuan Yang Terkena HIV/AIDS Positif

HIV/AIDS sendiri merupakan infeksi pada organ seksualnya dan memiliki organ transplansi sehingga resiko kanker serviks lebih tinggi pada pengidap HIV/AIDS. Sehingga harus rajin konsultasi kepada dokter pada waktu dekat.

6. Berhenti Periksa Pap Smear

Anda dapat berhenti melakukan pemeriksaan ini jika usia anda diatas 65 tahun dan dinyatakan bebas dari penyakit kanker 10 tahun kebelakang.

7. Perempuan Yang Menjalani Pengangkatan Leher Rahim

Jika rahim dan leher rahim anda diangkat, harus berhenti melakukan pap smear dan tes HPV. Namun, jika rahim yang diangkat tidak sepenuhnya tetap harus melakukan tes pap smear.

8. Pemeriksaan Pap Smear Minimal 3 Tahun Sekali

Meskipun pemeriksaan ini dianjurkan namun jaraknya tidak boleh terlalu dekat hanya boleh minimal 3 tahun sekali. Kecuali, jika ia pengidap HIV/AIDS.

Faktor Penyebab Keputihan

Berbicara mengenai wanita tentunya selain sensitif terhadap penyakit kanker serviks, juga rentan keputihan. Keputihan itu sendiri adalah sekresi vagina pada wanita yang disebabkan karena adanya infeksi. Sehingga menimbulkan rasa gatal pada dalam vagina dan bibir vagina luar. Penting sekali bagi anda untuk mengetahui penyebab keputihan, berikut beberapa penyebab adanya keputihan:

1. Bakteri Vaginosis

Disebabkan oleh wanita yang sering melakukan oral seks dan berganti pasangan seksual.

2. Bakteri Trikomoniasis

Disebabkan oleh kontak seksual, berbagi handuk maupun baju renang. Sehingga mengeluarkan cairan yang gatal dan bau.

3. Pengidap Kanker Serviks

Jika mengidap penyakit ini, tentunya akan lebih sering mengeluarkan cairan yang bau berwarna merah atau coklat.

4. Infeksi Jamur

Keputihan dapat terjadi jika vagina anda terkena jamur yang disebabkan oleh penggunaan celana dalam yang lembab. Sehingga, peluang keputihan tersebut semakin tinggi.

Untuk menghindari penyakit keputihan sendiri yaitu dengan tidak memakai celana yang ketat, lembab dan dalam waktu yang lama. Sedangkan mencegah kanker serviks sendiri dapat dengan pemeriksaan pap smear.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Produk LadyFEM

Aman rekomendasi Boyke Dian Nugraha untuk atas keputihan dari dalam