Dewasa ini, serangan jantung dapat menyerang siapa saja, baik orang tua maupun anak muda. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), serangan jantung merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Serangan jantung sendiri adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah yang kaya akan oksigen tiba-tiba terhambat ke otot jantung sehingga jantung tidak mendapatkan oksigen. Apabila aliran darah tidak dipulihkan dengan cepat, maka bagian otot jantung akan mulai mati.

Penyebab utama serangan jantung adalah penyakit jantung koroner (PJK). Menurut survei Sample Regristration System (SRS) pada tahun 2014 di Indonesia menunjukkan, PJK menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yaitu sebesar 12,9%.

Di Indonesia, tercatat ada sekitar 883.447 orang yang terdiagnosis PJK pada tahun 2013, dengan mayoritas penderita berusia 55-64 tahun. Kemudian, pada tahun 2014, Federasi Jantung Dunia juga memperkirakan angka kematian akibat PJK di Asia Tenggara mencapai 1,8 juta kasus. Angka kematian akibat penyakit jantung juga cukup tinggi, berkisar antara 45% dari seluruh angka kematian di Indonesia.

Beberapa Tanda Serangan Jantung

Kita perlu mewaspadai beberapa tanda serangan jantung yang mungkin datang secara tiba-tiba, di antaranya sebagai berikut:

  1. Sesak napas
  2. Sakit atau nyeri di bagian dada. Bagian dada terasa tertekan, sempit, dan teremas pada bagian tengah. Ada beberapa orang yang merasa sangat sakit, namun sebagian hanya merasakan sakit ringan. Pada penderita diabetes, gejala ini tidak terasa sama sekali
  3. Rasa sakit pada bagian tubuh lainnya. Contohnya pada bagian lengan sebelah kiri, rahang, leher, punggung dan perut
  4. Denyut nadi cepat atau tidak beraturan
  5. Merasa mual, terjadi gangguan pencernaan, dan sakit perut
  6. Merasa mudah pusing dan lemah
  7. Gelisah atau cemas
  8. Batuk
  9. Berkeringat

Beberapa tanda di atas belum tentu dialami oleh semua penderita. Namun, semakin banyak gejala yang Anda rasakan, makan semakin besar kemungkinan Anda akan mengalami serangan jantung. Gejala ini dapat datang secara tiba-tiba ataupun bertahap. Gejala awal yang muncul biasanya adalah sakit pada bagian dada. Hal ini dipicu oleh kelelahan saat bekerja dan kurang istirahat.

Faktor Resiko

Hanya dengan memiliki salah satu faktor resiko di bawah ini, meningkatkan kemungkinan Anda terserang penyakit jantung. Apa saja faktor resiko yang ada?

  • Tekanan darah tinggi. Sebanyak 75% penderita PJK memiliki tekanan darah yang tinggi. Setengah dari jumlah orang dewasa yang memiliki darah tinggi tidak mengontrol tekanan darahnya.
  • Kolestrol tinggi. Orang yang memiliki kolestrol tinggi lebih rentan dua kali lipat terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang memiliki kolestrol normal.
  • Diabetes. Apabila Anda menderita diabetes, maka Anda dua kali lebih rentan untuk terserang penyakit jantung ketimbang orang yang tidak memiliki diabetes.
  • Obesitas. Orang dengan obesitas 10 kali lipat lebih rentan dengan PJK. Obesitas adalah kondisi di mana indeks masa tubuh (BMI) berada pada angka 30 ke atas. 20% anak-anak di atas usia lima tahun dan 35% orang dewasa mengalami obesitas.
  • Depresi. Orang yang mengalami depresi memiliki peluang 25% hingga 40% untuk meninggal akibat penyakit jantung.

Apakah Jenis Kelamin Berpengaruh?

Menurut ahli jantung dr. Jetty R. H. Sedyawan, pria memiliki kemungkinan lebih rentan terhadap penyakit jantung daripada wanita. Hal ini dikarenakan wanita memiliki hormon estrogen yang berfungsi memberi perlindungan terhadap penyakit jantung. Namun, pada masa ini gaya hidup yang buruk juga menyebabkan wanita muda rentan terkena penyakit jantung. Contoh gaya hidup yang buruk seperti, merokok, konsumsi minuman beralkohol, kurang tidur, dan kurang bergerak.

Setelah menopause, wanita akan lebih rentan terkena penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh menurunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh. Selain itu, wanita yang sudah menopause akan mengalami perubahan profil lipid (kadar lemak darah) serta pembuluh darah yang mulai kaku.

Mencegah Serangan Jantung

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penyakit jantung, seperti:

  1. Berhenti merokok
  2. Mengontrol kadar gula dalam darah
  3. Mengurangi konsumsi minuman beralkohol
  4. Batasi stres, cobalah untuk bermeditasi, mengeluarkan rasa humor, dan tidur yang cukup. Berinteraksilah dengan orang-orang yang Anda kasihi
  5. Menerapkan pola hidup sehat. Kurangi makanan yang mengandung kolestrol tinggi dan rendah lemak
  6. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar, asam lemak omega 3, serta biji-bijian
  7. Jangan lupa untuk olahraga teratur, setidaknya 30 menit dalam sehari dan 5 hari dalam seminggu
  8. Selalu pantau angka berat badan, tekanan darah, kolestrol dan diabetes Anda
  9. Segeralah ke dokter apabila merasakan gejala penyakit jantung

Comments are closed.